Hacker Pembobol Situs Presiden SBY Ditangkap

Hacker Pembobol Situs Presiden SBY Ditangkap

Hacker Pembobol Situs Presiden SBY Ditangkap

 
  •  Peristiwa
  •  

  •  0
  •  

  •  27 Jan 2013 08:54
Seorang remaja di Jember, Jawa Timur, diamankan tim Cyber Crime Mabes Polri karena diduga membobol situs resmi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono beberapa waktu lalu. 

Pelaku Wildan Yani Ashari yang merupakan teknisi komputer di tangkap di tempat kerjanya di warnet Surya Com di Jalan Letjen Suprapto.

Kepada Liputan 6 SCTV, Ahad (27/1/2013), pemilik warnet Adi Kurniawan mengaku tidak tahu Wildan ditangkap termasuk beberapa rekan kerjanya. Ia hanya mengetahui pegawainya itu terakhir kali bekerja pada Jumat, 25 Januari malam. 2 HP milik Wildan hingga kini juga tidak bisa dihubungi.

Namun, ia sempat kebingungan karena keesokan paginya Sabtu, 26 Januari, mendapati pintu kantor masih terkunci. Mereka baru yakin Wildan ditangkap polisi setelah membuka paksa pintu kantor dan mendapati sepeda motor Wildan terparkir di dalam. Sementara kondisi kantor terlihat acak-acakan. Terlihat beberapa komputer juga masih menyala dan masih dalam proses perbaikan.

Saat dikonfirmasi, penangkapan terhadap Wildan ini dibenarkan Kapolres Jember AKBP Jayadi. Menurutnya tersangka ditangkap karena terlibat kasus pembobolan situs pejabat negara. Namun, ia mengaku belum mengetahui dimana keberadaan Wildan saat ini.

Menurut pengakuan sejumlah rekan tersangka, meski usianya baru 20 tahun namun kemampuan Wildan di bidang teknologi informatika cukup luar biasa. Padahal tersangka hanya lulusan SMK jurusan bangunan. (Adi) ;

– See more at: http://news.liputan6.com/read/497429/hacker-pembobol-situs-presiden-sby-ditangkap#sthash.3n5IBjSa.dpuf

Iklan

Cyber Crime

 

Cybercrime: Sebuah Fenomena Di Dunia Maya
Rabu, 02 Januari 2013 00:00  PDF Print E-mail

 

Sejalan dengan kemajuan teknologi informatika yang demikian pesat, melahirkan internet sebagai sebuah fenomena dalam kehidupan umat manusia. Internet, yang didefinisikan oleh The U.S. Supreme Court sebagai: “international network of interconnected computers” (Reno v. ACLU, 1997), telah menghadirkan kemudahan-kemudahan bagi setiap orang bukan saja sekedar untuk berkomunikasi tapi juga melakukan transaksi bisnis kapan saja dan di mana saja. Saat ini berbagai cara untuk dapat berinteraksi di “dunia maya” ini telah banyak dikembangkan. Salah satu contoh adalah lahirnya teknologi wireless application protocol (WAP) yang memungkinkan telepon genggam mengakses internet, membayar rekening bank, sampai dengan memesan tiket pesawat.

Beberapa waktu lalu, sebuah perusahaan penyedia jasa akses internet di Indonesia, berencana untuk mengembangkan televisi digital virtual studio untuk wilayah Indonesia dan beberapa negara Asia lainnya (Bisnis Indonesia, 07/07/2000). Televisi digital yang rencananya akan menyajikan informasi terkini di bidang keuangan, bisnis, teknologi informasi dan pasar modal selama 24 jam ini menggunakan jaringan internet dan satelit sebagai media operasionalnya.

Pada perkembangannya, ternyata penggunaan internet tersebut membawa sisi negatif, dengan membuka peluang munculnya tindakan-tindakan anti-sosial dan perilaku kejahatan yang selama ini dianggap tidak mungkin terjadi. Sebagaimana sebuah teori mengatakan: “crime is a product of society its self“, yang secara sederhana dapat diartikan bahwa masyarakat itu sendirilah yang melahirkan suatu kejahatan. Semakin tinggi tingkat intelektualitas suatu masyarakat, semakin canggih pula kejahatan yang mungkin terjadi dalam masyarakat itu.

Kejahatan yang lahir sebagai dampak negatif dari perkembangan aplikasi internet ini sering disebut sebagai cybercrime. Walaupun jenis kejahatan ini belum terlalu banyak diketahui secara umum, namun The Federal Bureau of Investigation (FBI) dalam laporannya mengatakan bahwa tindak kejahatan yang dapat dikategorikan sebagai cybercrime telah meningkat empat kali lipat sejak tiga tahun belakangan ini (Indonesian Observer, 26/06/2000), di mana pada tahun 1998 saja telah tercatat lebih dari 480 kasus cybercrime terjadi di Amerika Serikat (http://emergency.com/cybrcm98.htm). Hal ini membuat lebih dari 2/3 warga Amerika Serikat memiliki perhatian serius terhadap perkembangan cybercrime, sebagaimana hasil polling yang dilakukan EDI, suatu perusahaan Amerika Serikat yang bergerak dibidang TI (Indonesian Observer, 26/06/2000).

Apakah Cybercrime itu?
Dalam beberapa literatur, cybercrime sering diidentikkan sebagai computer crime. The U.S. Department of Justice memberikan pengertian computer crime sebagai:”…any illegal act requiring knowledge of computer technology for its perpetration, investigation, or prosecution“. Pengertian lainnya diberikan oleh Organization of European Community Development, yaitu: “any illegal, unethical or unauthorized behavior relating to the automatic processing and/or the transmission of data“. Andi Hamzah dalam bukunya Aspek-aspek Pidana di Bidang Komputer (1989) mengartikan: “kejahatan di bidang komputer secara umum dapat diartikan sebagai penggunaan komputer secara ilegal“.

Dari beberapa pengertian di atas, computer crime dirumuskan sebagai perbuatan melawan hukum yang dilakukan dengan memakai komputer sebagai sarana/alat atau komputer sebagai objek, baik untuk memperoleh keuntungan ataupun tidak, dengan merugikan pihak lain. Secara ringkas computer crime didefinisikan sebagai perbuatan melawan hukum yang dilakukan dengan menggunakan teknologi komputer yang canggih (Wisnubroto, 1999).

Internet sebagai hasil rekayasa teknologi bukan hanya menggunakan kecanggihan teknologi komputer tapi juga melibatkan teknologi telekomunikasi di dalam pengoperasiannya. Apalagi pada saat internet sudah memasuki generasi kedua, perangkat komputer konvensional akan tergantikan oleh peralatan lain yang juga memiliki kemampuan mengakses internet. Untuk itu, ada upaya untuk memperluas pengertian computer agar dapat melingkupi segala kejahatan di internet dengan peralatan apapun, seperti pengertian computer dalam The Proposed West Virginia Computer Crimes Act, yaitu: “an electronic, magnetic, optical, electrochemical, or other high speed data processing device performing logical, arithmetic, or storage functions, and includes any data storage facility or communications facility directly related to or operating in conjunction with such device, but such term does not include an automated typewriter or type-setter, a portable hand-held calculator, or other similar device” (http://www.cybercrimes.net/). Namun begitu, tetap saja pada prakteknya pemahaman publik akan pengertian computer adalah perangkat komputer konvensional (PC, Notebook, Laptop) yang biasa terlihat.

Berdasarkan beberapa literatur serta prakteknya, cybercrime memiliki karakter yang khas dibandingkan kejahatan konvensional, yaitu antara lain:

  1. Perbuatan yang dilakukan secara ilegal, tanpa hak atau tidak etis tersebut terjadi di ruang/wilayah maya (cyberspace), sehingga tidak dapat dipastikan yurisdiksi hukum negara mana yang berlaku terhadapnya;
  2. Perbuatan tersebut dilakukan dengan menggunakan peralatan apapun yang bisa terhubung dengan jaringan telekomunikasi dan/atau internet;
  3. Perbuatan tersebut mengakibatkan kerugian materil maupun immateril (waktu, nilai, jasa, uang, barang, harga diri, martabat, kerahasiaan informasi) yang cenderung lebih besar dibandingkan kejahatan konvensional;
  4. Pelakunya adalah orang yang menguasai penggunaan internet beserta aplikasinya; dan
  5. Perbuatan tersebut seringkali dilakukan secara transnasional/melintasi batas negara.

Beberapa Bentuk Cybercrime
Kejahatan yang berhubungan erat dengan penggunaan teknologi yang berbasis utama komputer dan jaringan telekomunikasi ini dalam beberapa literatur dan prakteknya dikelompokan dalam beberapa bentuk, antara lain:

  1. Unauthorized Access to Computer System and Service
    Kejahatan yang dilakukan dengan memasuki/menyusup ke dalam suatu sistem jaringan komputer secara tidak sah, tanpa izin atau tanpa sepengetahuan dari pemilik sistem jaringan komputer yang dimasukinya. Biasanya pelaku kejahatan (cracker) melakukannya dengan maksud sabotase ataupun pencurian informasi penting dan rahasia. Namun begitu, ada juga yang melakukan hanya karena merasa tertantang untuk mencoba keahliannya menembus suatu sistem yang memiliki tingkat proteksi tinggi. Kejahatan ini semakin marak dengan berkembangnya teknologi internet/intranet.
    Kita tentu tidak lupa ketika masalah Timor Timur sedang hangat-hangatnya dibicarakan di tingkat internasional, beberapa website milik pemerintah RI dirusak oleh cracker (Kompas, 11/08/1999). Beberapa waktu lalu, cracker juga telah berhasil menembus masuk ke dalam database berisi data para pengguna jasa America Online (AOL), sebuah perusahaan Amerika Serikat yang bergerak dibidang e-commerce, yang memiliki tingkat kerahasiaan tinggi (Indonesian Observer, 26/06/2000). Situs Federal Bureau of Investigation (FBI) juga tidak luput dari serangan para hacker, yang mengakibatkan tidak berfungsinya situs ini dalam beberapa waktu lamanya (http://www.fbi.org).
  2. Illegal Contents
    Merupakan kejahatan dengan memasukkan data atau informasi ke internet tentang sesuatu hal yang tidak benar, tidak etis, dan dapat dianggap melanggar hukum atau mengganggu ketertiban umum. Sebagai contohnya adalah pemuatan suatu berita bohong atau fitnah yang akan menghancurkan martabat atau harga diri pihak lain, hal-hal yang berhubungan dengan pornografi atau pemuatan suatu informasi yang merupakan rahasia negara, agitasi dan propaganda untuk melawan pemerintahan yang sah, dan sebagainya.
  3. Data Forgery
    Merupakan kejahatan dengan memalsukan data pada dokumen-dokumen penting yang tersimpan sebagai scriptless document melalui internet. Kejahatan ini biasanya ditujukan pada dokumen-dokumen e-commerce dengan membuat seolah-olah terjadi “salah ketik” yang pada akhirnya akan menguntungkan pelaku.
  4. Cyber Espionage
    Merupakan kejahatan yang memanfaatkan jaringan internet untuk melakukan kegiatan mata-mata terhadap pihak lain, dengan memasuki sistem jaringan komputer (computer network system) pihak sasaran. Kejahatan ini biasanya ditujukan terhadap saingan bisnis yang dokumen ataupun data-data pentingnya tersimpan dalam suatu sistem yang computerized.
  5. Cyber Sabotage and Extortion
    Kejahatan ini dilakukan dengan membuat gangguan, perusakan atau penghancuran terhadap suatu data, program komputer atau sistem jaringan komputer yang terhubung dengan internet. Biasanya kejahatan ini dilakukan dengan menyusupkan suatu logic bomb, virus komputer ataupun suatu program tertentu, sehingga data, program komputer atau sistem jaringan komputer tidak dapat digunakan, tidak berjalan sebagaimana mestinya, atau berjalan sebagaimana yang dikehendaki oleh pelaku. Dalam beberapa kasus setelah hal tersebut terjadi, maka pelaku kejahatan tersebut menawarkan diri kepada korban untuk memperbaiki data, program komputer atau sistem jaringan komputer yang telah disabotase tersebut, tentunya dengan bayaran tertentu. Kejahatan ini sering disebut sebagai cyber-terrorism.
  6. Offense against Intellectual Property
    Kejahatan ini ditujukan terhadap Hak atas Kekayaan Intelektual yang dimiliki pihak lain di internet. Sebagai contoh adalah peniruan tampilan pada web page suatu situs milik orang lain secara ilegal, penyiaran suatu informasi di internet yang ternyata merupakan rahasia dagang orang lain, dan sebagainya.
  7. Infringements of Privacy
    Kejahatan ini ditujukan terhadap informasi seseorang yang merupakan hal yang sangat pribadi dan rahasia. Kejahatan ini biasanya ditujukan terhadap keterangan pribadi seseorang yang tersimpan pada formulir data pribadi yang tersimpan secara computerized, yang apabila diketahui oleh orang lain maka dapat merugikan korban secara materil maupun immateril, seperti nomor kartu kredit, nomor PIN ATM, cacat atau penyakit tersembunyi dan sebagainya.

Perang Melawan Cybercrime
Saat ini berbagai upaya telah dipersiapkan untuk memerangi cybercrime. The Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) telah membuat guidelines bagi para pembuat kebijakan yang berhubungan dengan computer-related crime, di mana pada tahun 1986 OECD telah mempublikasikan laporannya yang berjudul Computer-Related Crime: Analysis of Legal Policy. Laporan ini berisi hasil survey terhadap peraturan perundang-undangan Negara-negara Anggota beserta rekomendasi perubahannya dalam menanggulangi computer-related crime tersebut, yang mana diakui bahwa sistem telekomunikasi juga memiliki peran penting dalam kejahatan tersebut.

Melengkapi laporan OECD, The Council of Europe (CE) berinisiatif melakukan studi mengenai kejahatan tersebut. Studi ini memberikan guidelines lanjutan bagi para pengambil kebijakan untuk menentukan tindakan-tindakan apa yang seharusnya dilarang berdasarkan hukum pidana Negara-negara Anggota, dengan tetap memperhatikan keseimbangan antara hak-hak sipil warga negara dan kebutuhan untuk melakukan proteksi terhadap computer-related crime tersebut. Pada perkembangannya, CE membentuk Committee of Experts on Crime in Cyberspace of the Committee on Crime Problems, yang pada tanggal 25 April 2000 telah mempublikasikan Draft Convention on Cyber-crime sebagai hasil kerjanya (http://www.cybercrimes.net), yang menurut Prof. Susan Brenner ( brenner@cybercrimes.net) dari University of Daytona School of Law, merupakan perjanjian internasional pertama yang mengatur hukum pidana dan aspek proseduralnya untuk berbagai tipe tindak pidana yang berkaitan erat dengan penggunaan komputer, jaringan atau data, serta berbagai penyalahgunaan sejenis.

Dari berbagai upaya yang dilakukan tersebut, telah jelas bahwa cybercrime membutuhkan global action dalam penanggulangannya mengingat kejahatan tersebut seringkali bersifat transnasional. Beberapa langkah penting yang harus dilakukan setiap negara dalam penanggulangan cybercrime adalah:

  1. Melakukan modernisasi hukum pidana nasional beserta hukum acaranya, yang diselaraskan dengan konvensi internasional yang terkait dengan kejahatan tersebut;
  2. Meningkatkan sistem pengamanan jaringan komputer nasional sesuai standar internasional
  3. Meningkatkan pemahaman serta keahlian aparatur penegak hukum mengenai upaya pencegahan, investigasi dan penuntutan perkara-perkara yang berhubungan dengan cybercrime;
  4. Meningkatkan kesadaran warga negara mengenai masalah cybercrime serta pentingnya mencegah kejahatan tersebut terjadi; dan
  5. Meningkatkan kerjasama antar negara, baik bilateral, regional maupun multilateral, dalam upaya penanganan cybercrime, antara lain melalui perjanjian ekstradisi dan mutual assistance treaties

By Ari Juliano Gema

 

Cyber Crime

Tugas Database

Gambar

Private Sub Cmdkrscancel_Click()

Data1.Recordset.Delete

Txtkrsnama.SetFocus

End Sub

 

Private Sub Cmdkrsexit_Click()

Unload Me

End Sub

 

Private Sub Cmdkrsnew_Click()

Data1.Recordset.AddNew

End Sub

 

Private Sub Cmdkrsproses_Click()

Dim jurusan, study As String

Dim th, no As Currency

th = “20” & Left(Txtkrsnpm.Text, 2)

Txtkrsth.Text = th

jurusan = Mid(Txtkrsnpm.Text, 3, 1)

If jurusan = “1” Then

jurusan = “Sistem Informasi”

ElseIf jurusan = “2” Then

jurusan = “Manajemen Informatika”

ElseIf jurusan = “3” Then

jurusan = “Teknik Informatika”

ElseIf jurusan = “4” Then

jurusan = “Manajemen & Komp.Akutansi”

End If

Txtkrsjurusan.Text = jurusan

study = Mid(Txtkrsnpm.Text, 4, 2)

If study = “01” Then

study = “Strata Satu”

ElseIf study = “02” Then

study = “Diploma Empat”

ElseIf study = “03” Then

study = “Diploma Tiga”

ElseIf study = “04” Then

study = “Diploma Dua”

End If

Txtkrsstudi.Text = study

no = Right(Txtkrsnpm, 3)

Txtkrsno.Text = no

End Sub

 

Private Sub Cmdkrssave_Click()

Data1.Recordset.Update

End Sub

 

Private Sub Txtkrsnama_KeyPress(KeyAscii As Integer)

If KeyAscii = 13 Then

Txtkrsnpm.SetFocus

End If

End Sub

 

Tugas VB 4.1

Gambar

Private Sub CmdKRSLG_Click()

TxtKRSKODE.SetFocus

TxtKRSKODE.Text = “”

TxtKRSJDL.Text = “”

TxtKRSKARANG.Text = “”

TxtKRSTH.Text = “”

TxtKRSTERBIT.Text = “”

TxtKRSHRG.Text = “”

End Sub

Private Sub CmdKRSBATAL_Click()

TxtKRSKODE.SetFocus

TxtKRSKODE.Text = “”

TxtKRSJDL.Text = “”

TxtKRSKARANG.Text = “”

TxtKRSTH.Text = “”

TxtKRSTERBIT.Text = “”

TxtKRSHRG.Text = “”

End Sub

Private Sub CmdKRSEXIT_Click()

End

End Sub

 

Private Sub CmdKRSPROSES_Click()

Dim penerbit, judul, pengarang As String

Dim harga As Currency

penerbit = Left(TxtKRSKODE.Text, 1)

If penerbit = “A” Then

penerbit = “Andi Offset Yogyakarta”

ElseIf penerbit = “I” Then

penerbit = “Indah Surabaya”

ElseIf penerbit = “S” Then

penerbit = “Salemba Empat”

ElseIf penerbit = “E” Then

penerbit = “Elek Media Komputindo”

ElseIf penerbit = “M” Then

penerbit = “Maxicom”

End If

TxtKRSTERBIT.Text = penerbit

judul = Mid(TxtKRSKODE.Text, 3, 3)

If judul = “SIM” Then

judul = “Sistem Informasi Manajemen”

pengarang = “Andra Setiawan”

harga = “75900”

ElseIf judul = “EDP” Then

judul = “Elektronik Data Processing”

pengarang = “Desi Istiqomah”

harga = “62000”

ElseIf judul = “MNJ” Then

judul = “Manajemen”

pengarang = “Sandy Fitrajaya”

harga = “42000”

ElseIf judul = “CDR” Then

judul = “Corel Draw”

pengarang = “Tri Indah Sari”

harga = “53000”

ElseIf judul = “RPL” Then

judul = “Rekayasa Perangkat Lunak”

pengarang = “Ernita”

harga = “83000”

End If

TxtKRSJDL.Text = judul

TxtKRSKARANG.Text = pengarang

TxtKRSHRG.Text = harga

tahun = “20” & Right(TxtKRSKODE.Text, 2)

TxtKRSTH.Text = tahun

End Sub

Tugas VB 4.2

Gambar

Private Sub CmdKRSAGAIN_Click()

TxtKRSKODE.SetFocus

TxtKRSKODE.Text = “”

TxtKRSJDL.Text = “”

TxtKRSKARANG.Text = “”

TxtKRSTH.Text = “”

TxtKRSTERBIT.Text = “”

TxtKRSHRG.Text = “”

End Sub

Private Sub CmdKRSCANCEL_Click()

TxtKRSKODE.SetFocus

TxtKRSKODE.Text = “”

TxtKRSJDL.Text = “”

TxtKRSKARANG.Text = “”

TxtKRSTH.Text = “”

TxtKRSTERBIT.Text = “”

TxtKRSHRG.Text = “”

End Sub

Private Sub CmdKRSEXIT_Click()

End

End Sub

 

Private Sub CmdKRSPROCES_Click()

Dim penerbit, judul, pengarang As String

Dim harga As Currency

penerbit = Right(TxtKRSKODE.Text, 1)

If penerbit = “A” Then

penerbit = “Andi Offset Yogyakarta”

ElseIf penerbit = “I” Then

penerbit = “Indah Surabaya”

ElseIf penerbit = “S” Then

penerbit = “Salemba Empat”

ElseIf penerbit = “E” Then

penerbit = “Elek Media Komputindo”

ElseIf penerbit = “M” Then

penerbit = “Maxicom”

End If

TxtKRSTERBIT.Text = penerbit

judul = Left(TxtKRSKODE.Text, 3)

If judul = “SIM” Then

judul = “Sistem Informasi Manajemen”

pengarang = “Fadiya Ulfa”

harga = “75900”

ElseIf judul = “EDP” Then

judul = “Elektronik Data Processing”

pengarang = “Nurul Agustina”

harga = “62000”

ElseIf judul = “MNJ” Then

judul = “Manajemen”

pengarang = “Rian Hidayat”

harga = “42000”

ElseIf judul = “CDR” Then

judul = “Corel Draw”

pengarang = “Siti Nur Khotimah”

harga = “53000”

ElseIf judul = “RPL” Then

judul = “Rekayasa Perangkat Lunak”

pengarang = “Winda Erlianti”

harga = “83000”

End If

TxtKRSJDL.Text = judul

TxtKRSKARANG.Text = pengarang

TxtKRSHRG.Text = harga

tahun = “20” & Mid(TxtKRSKODE.Text, 5, 2)

TxtKRSTH.Text = tahun

End Sub

Tugas VB 4.3

Gambar

Private Sub CboKRSKODE_Click()

Select Case CboKRSKODE.Text

Case “A-SIM-01”

Case “I-EDP-02”

Case “S-MNJ-03”

Case “E-CDR-04”

Case “M-RPL-05”

End Select

End Sub

 

Private Sub CmdKRSPROSES_Click()

Dim penerbit, judul, pengarang As String

Dim harga As Currency

penerbit = Left(CboKRSKODE.Text, 1)

If penerbit = “A” Then

penerbit = “Andi Offset Yogyakarta”

ElseIf penerbit = “I” Then

penerbit = “Indah Surabaya”

ElseIf penerbit = “S” Then

penerbit = “Salemba Empat”

ElseIf penerbit = “E” Then

penerbit = “Elek Media Komputindo”

ElseIf penerbit = “M” Then

penerbit = “Maxicom”

End If

TxtKRSTERBIT.Text = penerbit

judul = Mid(CboKRSKODE.Text, 3, 3)

If judul = “SIM” Then

judul = “Sistem Informasi Manajemen”

pengarang = “Yati Nur Oktavia”

harga = “75900”

ElseIf judul = “EDP” Then

judul = “Elektronik Data Processing”

pengarang = “Imam Tarmizi”

harga = “62000”

ElseIf judul = “MNJ” Then

judul = “Manajemen”

pengarang = “Valentina Mariana Adiwianti”

harga = “42000”

ElseIf judul = “CDR” Then

judul = “Corel Draw”

pengarang = “Riyan Suhandi”

harga = “53000”

ElseIf judul = “RPL” Then

judul = “Rekayasa Perangkat Lunak”

pengarang = “Sinta Umpu Singa”

harga = “83000”

End If

TxtKRSJDL.Text = judul

TxtKRSKARANG.Text = pengarang

TxtKRSHRG.Text = harga

tahun = “20” & Right(CboKRSKODE.Text, 2)

TxtKRSTH.Text = tahun

End Sub

 

Private Sub Form_Load()

CboKRSKODE.AddItem “A-SIM-01”

CboKRSKODE.AddItem “I-EDP-02”

CboKRSKODE.AddItem “S-MNJ-03”

CboKRSKODE.AddItem “E-CDR-04”

CboKRSKODE.AddItem “M-RPL-05”

End Sub

 

Private Sub CmdKRSEXIT_Click()

Unload Me

End Sub

Private Sub CmdKRSLAGI_Click()

kosong

End Sub

Private Sub CmdKRSBATAL_Click()

kosong

End Sub

Public Sub kosong()

CboKRSKODE.SetFocus

CboKRSKODE.Text = “”

TxtKRSJDL.Text = “”

TxtKRSKARANG.Text = “”

TxtKRSTERBIT.Text = “”

TxtKRSHRG.Text = “”

TxtKRSTH.Text = “”

End Sub

Tugas VB 4.4

Gambar

Private Sub CmdKRSBTL_Click()

TxtKRSNAMA.SetFocus

TxtKRSNAMA.Text = “”

TxtKRSNIK.Text = “”

TxtKRSGOL.Text = “”

TxtKRSKS.Text = “”

TxtKRSSTS.Text = “”

TxtKRSTH.Text = “”

TxtKRSJBT.Text = “”

TxtKRSBGN.Text = “”

TxtKRSGP.Text = “”

TxtKRSTJ.Text = “”

TxtKRSTG.Text = “”

End Sub

 

Private Sub CmdKRSEXIT_Click()

End

End Sub

 

Private Sub CmdKRSLAGI_Click()

TxtKRSNAMA.SetFocus

TxtKRSNAMA.Text = “”

TxtKRSNIK.Text = “”

TxtKRSGOL.Text = “”

TxtKRSKS.Text = “”

TxtKRSSTS.Text = “”

TxtKRSTH.Text = “”

TxtKRSJBT.Text = “”

TxtKRSBGN.Text = “”

TxtKRSGP.Text = “”

TxtKRSTJ.Text = “”

TxtKRSTG.Text = “”

End Sub

 

Private Sub CmdKRSPROSES_Click()

Dim gol, kode, status, jbt, bag As String

Dim gaji, tj, total As Currency

TxtKRSTH.Text = Left(TxtKRSNIK.Text, 4)

gol = Mid(TxtKRSNIK.Text, 5, 1)

If gol = “A” Then

gol = “A”

jbt = “Manager”

gaji = “4000000”

tj = “1025000”

ElseIf gol = “B” Then

gol = “B”

jbt = “Ka. Seksi”

gaji = “3500000”

tj = “975000”

ElseIf gol = “C” Then

gol = “C”

jbt = “Staff”

gaji = “3000000”

tj = “925000”

End If

TxtKRSGOL.Text = gol

TxtKRSJBT.Text = jbt

TxtKRSGP.Text = gaji

TxtKRSTJ.Text = tj

kode = Mid(TxtKRSNIK.Text, 7, 1)

If kode = “S” Then

kode = “S”

status = “Single”

ElseIf kode = “M” Then

kode = “M”

status = “Menikah”

ElseIf kode = “J” Then

kode = “J”

status = “Janda”

ElseIf kode = “D” Then

kode = “D”

status = “Duda”

End If

TxtKRSKS.Text = kode

TxtKRSSTS.Text = status

bag = Right(TxtKRSNIK.Text, 3)

If bag = “KEU” Then

bag = “Accounting”

ElseIf bag = “ADM” Then

bag = “Administrasi”

ElseIf bag = “SDM” Then

bag = “General Affair”

ElseIf bag = “EDP” Then

bag = “IT Unit”

ElseIf bag = “SPM” Then

bag = “Security”

End If

TxtKRSBGN.Text = bag

total = Val(TxtKRSGP.Text) + Val(TxtKRSTJ.Text)

TxtKRSTG = total

End Sub

 

Private Sub TxtKRSNAMA_Keypress(keyascii As Integer)

If keyascii = 13 Then

TxtKRSNIK.SetFocus

End If

End Sub